Logo RSPAW Daftar Online

Sejarah & Profil RSPAW

Lebih dari sembilan dekade melayani dengan integritas sebagai pusat rujukan respirasi terkemuka di Indonesia.

Perjalanan Waktu

Gedung Sanatorium Ngawen 1934
1934 - 1942

Era Sanatorium Ngawen

Berdiri di masa pemerintahan Hindia Belanda, RSPAW awalnya bernama Regiments Sanatorium voor de Troepen (RST) Ngawen. Lokasi Salatiga dipilih karena udara pegunungan yang sangat murni di kaki Gunung Merbabu, yang secara medis dianggap sebagai elemen krusial dalam penyembuhan pasien tuberkulosis (TBC).

Tokoh dr. Ario Wirawan
1950 - 1978

Nasionalisasi & Dr. Ario Wirawan

Pasca kemerdekaan, fasilitas ini diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Pada tahun 1978, rumah sakit ini resmi menyandang nama Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan sebagai bentuk penghormatan kepada dr. Ario Wirawan, seorang tokoh kedokteran paru yang berjasa besar dalam pengembangan strategi nasional pemberantasan TBC di tanah air.

Gedung Modern RSPAW
2011 - Sekarang

Pusat Respirasi Nasional

Melalui Kepmenkes No. 1195/2011, RSPAW ditetapkan menjadi Rumah Sakit Khusus Kelas A. Saat ini, RSPAW bukan hanya tempat pengobatan, tetapi juga pusat penelitian respirasi nasional yang dilengkapi teknologi mutakhir seperti kedokteran nuklir dan rehabilitasi respirasi terintegrasi.

Galeri Fasilitas Modern

Gedung Pelayanan Terpadu RSPAW

Gedung Pelayanan Terpadu

Laboratorium Biomolekuler RSPAW

Laboratorium Biomolekuler

Fasilitas Hidroterapi Paru RSPAW

Fasilitas Hidroterapi